Petugas Satpol PP Kota
Tebingtinggi nyaris bentrok dengan pedagang kaki lima saat melakukan penertiban
di depan Pasar Gambir Jalan Letjen MT Haryono, Selasa (13/3). Aksi petugas yang
langsung membuang dagangan buah-buahan mengundang amarah pedagang.
Sahat Hasibuan pedagang buah-buahan di samping tangga masuk gedung Pasar Gambir sangat menyesalkan aksi yang dilakukan petugas Satpol PP. Ia membeberkan, selama ini petugas Satpol PP sering meminta rokok dan jeruk. Tetapi beberapa hari yang lalu ia kembali diancam petugas agar hati-hati.
Pengancaman itu, katanya berawal ketika salah seorang petugas meminta jeruk dan rokok, tetapi tidak dapat dilayani karena kesibukannya menjual dagangannya. ”Petugas Satpol PP langsung mengeluarkan ancaman agar hati-hati”, tegas Hasibuan kepada SIB di depan petugas Satpol PP.
Selain itu, Rumondang br Silaban pedagang sayur mayur juga mengaku pernah diancam petugas Satpol PP. Dagangannya juga selalu diminta petugas Satpol PP. “Kami berjualan bukan di badan jalan namun menjadi ajang pemerasan petugas Satpol PP,” katanya.
Kakan Satpol PP Zayardi Rinald BA yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengutarakan pada hakekatnya petugas hanya melakukan penertiban dan jika ada pedagang merasa keberatan itu lumrah. Terkait masalah adanya tudingan pungutan liar terhadap pedagang oleh anggotanya, Zayardi secara diplomatis mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada benarnya. ”Kemungkinan masalah tersebut benar sebab sudah ada bukti anggota melakukan pemungutan. Semua petugas yang melakukan pungli akan ditindak”, tegasnya.
Sahat Hasibuan pedagang buah-buahan di samping tangga masuk gedung Pasar Gambir sangat menyesalkan aksi yang dilakukan petugas Satpol PP. Ia membeberkan, selama ini petugas Satpol PP sering meminta rokok dan jeruk. Tetapi beberapa hari yang lalu ia kembali diancam petugas agar hati-hati.
Pengancaman itu, katanya berawal ketika salah seorang petugas meminta jeruk dan rokok, tetapi tidak dapat dilayani karena kesibukannya menjual dagangannya. ”Petugas Satpol PP langsung mengeluarkan ancaman agar hati-hati”, tegas Hasibuan kepada SIB di depan petugas Satpol PP.
Selain itu, Rumondang br Silaban pedagang sayur mayur juga mengaku pernah diancam petugas Satpol PP. Dagangannya juga selalu diminta petugas Satpol PP. “Kami berjualan bukan di badan jalan namun menjadi ajang pemerasan petugas Satpol PP,” katanya.
Kakan Satpol PP Zayardi Rinald BA yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengutarakan pada hakekatnya petugas hanya melakukan penertiban dan jika ada pedagang merasa keberatan itu lumrah. Terkait masalah adanya tudingan pungutan liar terhadap pedagang oleh anggotanya, Zayardi secara diplomatis mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada benarnya. ”Kemungkinan masalah tersebut benar sebab sudah ada bukti anggota melakukan pemungutan. Semua petugas yang melakukan pungli akan ditindak”, tegasnya.