Resensi sebuah Novel
Judul Resensi : Perjuangan Gigih Demi Desa
Judul Novel : Buton Dalam Gerimis
Pengarang : La Ode Boa, Drs.
Penerbit : Mitra Gama Widya
Tahun Terbit : 2000
Tempat Terbit : Jakarta
Judul Novel : Buton Dalam Gerimis
Pengarang : La Ode Boa, Drs.
Penerbit : Mitra Gama Widya
Tahun Terbit : 2000
Tempat Terbit : Jakarta
Kategori : Sastra
Jumlah halaman : x + 116 Halaman
Sinopsis
Peristiwa menyedihkan sekaligus memprihatinkan
akibat kerusuhan Ambon menjadi latar belakang penulisan cerita ini. La Ode
Fandi, seorang korban kerusuhan yang kehilangan orang yang dicintainya mengajak
teman-temannya menanggulangi kerusuhan yang didalangi oleh oknum yang dipimpin
Roger.
POKOK-POKOK ISI BUKU :
Di sebuah desa bernama Buton di Ambon terjadi kerusuhan yang
disebabkan oleh para perusuh yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan di
desa di seluruh daerah Ambon , seorang yang menjadi korban bernama La Ode Fandi
berkumpul di tempat pengungsian , karena kejadian ini dia kehilangan seluruh
keluarganya termasuk adiknya yang bersamanya saat melarikan diri tetapi
terpisah di hutan , saat di pengungsian dia melihat seorang ibu dengan
menggendong anaknya mencari tempat untuk tidur , karena temapatnya sudah penuh
yasudah La Ode Fandi memberikan tempat duduknya itu , dia mencari tempat duduk
kembali tetapi memang di tempat pengungsian itu sudah penuh , terpaksa dia
keluar untuk mencari udara segar. Saat diluar dia teringat lagi akan
keluarganya yang menjadi korban , dia sangat sedih dan ada seorang bapak-bapak
yang melihat dia dan ingin menawarkan untuk duduk bersama keluarganya . Saat
malam tiba dia teringat akan kata-kata ayahnya yang meminta dia untuk pergi ke
tempat menyimpan keris yang di ganggangnya terdapat kata “ADIK” . Keesokan hari
nya dia pergi ke tempat itu dan bertemu seseorang kakek, kakek itu berkata
“cepatlah pergi dari tempat ini sebelum malam tiba” tetapi dia tidak mendengar
kata kakek itu dan terus pergi mengikuti kakek itu sampai-sampai dia melihat
gua , karena waktu sudah malam maka dia bermalam di gua itu. Karena dia sangat
penasaran pada kakek itu maka dia terbangun di tengah malam dan terdengar ada
seseorang berbicara. Ternyata kakek itu berbicara menasehati supaya La Ode
Fandi pergi dan tetap membantu orang-orang di pengungsian, setelah itu dia
berjalan pulang dan kembali ke tempat pengungsian.
Di tempat pengungsian terjadi rapat yang membahas siapa yang
akan menjadi ketua Panitia dalam penerimaan segala bantuan dari seluruh
Indonesia. Dari perundingan tersebut ternyata La Ode Fandi lah yang menjadi
Ketua Panitia. Untuk menggalang dana La Ode Fandi dan kawan-kawannya mengadakan
acara tahunan yang biasanya diadakan di desanya . Dari acara tersebut terkumpul
dana sekitar 20 juta , dan disimpan di bank , saat diperjalanan dia dihalangi
oleh sekumpulan kelompok yang ternyata itu adalah kelompok pemecah belah ,
dengan cara mengadu domba . Disana dia tertangkap dan uang itu diambil semua ,
tetapi dia berhasil mengambil dompet salah satu penjahat itu. Setelah kejadian
itu dia mulai tertarik untuk menuntuntaskan masalah yang terjadi di desanya dan
seluruh ambon. Dia terus memperhatikan identitas yang ada dalam dompet itu.
Saat di rumah sakit dia bertemu seorang wanita bernama Sari , mereka adalah
keluarga yang menampung La Ode Fandi selain di pengungsian. Setelah dia sembuh
dia kembali ke pengungsian dan melanjutkan usahanya dalam memberantas komplotan
tersebut. Dia menjadi detektif demi mengetahui apa yang selanjutnya akan
dilakukan . Saat operasi pertama dia berhasil membongkar hal apa yang akan
dilakukan oleh komplotan itu selanjutnya. Tetapi naas saat operasi kedua dia
berhasil tertangkap dan dia dipukuli dan diculik selama beberapa hari . Sari
dan teman-temannya sangat khawatir dan hanya bias berdoa demi keselamatan La
Ode Fandi. Sampai suatu hari ada berita yang sangat mengejutkan , ada 3 buah
bom dalam sebuah mall. Polisi yang mendengar hal itu langsung mengevakuasi
seluruh isi mall dan mulai menyisir seluruh tempat di mall itu . Beberapa saat
kemudian La Ode Fandi muncul dengan badan penuh luka dan kurus , dia sudah
menjinakan bom itu dan berhasil kabur dari komplotan tersebut.
Dari kejadian itu dia mendapatkan banyak clue dimana tempat
persembunyian mereka, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya , tetapi dia
tidak ingin memberi tahu kepolisian dan ingin menangkap kepala penjahat itu
sendirian. Pada akhirnya dia menyamar dan memasuki daerah dimana bos dan para
panglima nya berkumpul. Bosnya itu bernama Roger dan merencanakan supaya si La
Ode Fandi itu cepat dibunuh. Saat sopir sang bos disuruh untuk mengambil
minuman La Ode Fandi ikut bersama mereka dengan menyamar. Saat waktu nya sudah
tepat dia menangkap ketua dari komplotan tersebut dan memanggil kepolisian
untuk menangkap mereka para penjahat itu. Setelah para penjahat tertangkap La
Ode Fandi , Sari dan para sahabatnya kembali ke tempat-tempat yang membutuhkan
barang sembako dan lain-lain. Saat dia membagikan ke desa yang letaknya agak
jauh dari tempat pengungsiannya, dia bertemu adiknya yang ternyata belum mati
dan ternyata diselamatkan oleh keluarga yang sangat baik. Setelah mereka
berkangen-kangenan , La Ode Fandi mengajak adiknya untuk tinggal bersama dia.
Tetapi ditolak oleh keluarganya karena keluarga itu sudah tidak memiliki anak
lagi karena sama menjadi korban. Yasudah yang penting La Ode Fandi sangat
senang sudah bertemu adiknya yang ternyata selamat. Untuk memperingati
kemenangan tersebut ada acara tahunan di desa nya . Saat sedang menonton ada
seorang pemuda yang menyerang La Ode Fandi , dan pertarungan tidak dapat
dihindarkan. Sampai akhirnya La Ode Fandi tertusuk keris yang ternyata
bertuliskan “KAKAK”. Disana Adi yang membunuh La Ode Fandi sadar bahwa
sebenarnya mereka adalah saudara dan keris mereka merupakan barang turunan dari
nenek moyang mereka bersama.
Kesimpulannya bahwa
ternyata perang antar saudara itu tidak akan menyelesaikan masalah dan hanya
akan menyebabkan kehancuran dan kerugian.
KEUNGGULAN ISI BUKU :
Buku ini sangat menghibur dan menenggangkan walau ada cerita sedikit perang, pembaca dapat langsung memahami cerita dan inti dari cerita tersebut, Novel ini juga dibumbui oleh cerita-cerita cinta dan pemeran utama yang gagah dan berani yang yang membuat tidak akan bosan membacanya, Orang dewasa dan remaja pasti senang membacanya.
KELEMAHAN ISI BUKU :
Pemilihan kata-kata di novel ini menggunakan bahasa-bahasa yang baku yang mungkin bagi pembaca sekarang atau para remaja sedikit sulit untuk dimengerti, Jalan cerita dari novel ini agak tidak nyambung dengan judul diatas dan endingnya juga yang sangat aneh dan sulit dimengerti, Cerita yang mungkin bisa dibilang mustahil karena setiap tertangkap dia bisa berhasil lolos selalu
KEUNGGULAN ISI BUKU :
Buku ini sangat menghibur dan menenggangkan walau ada cerita sedikit perang, pembaca dapat langsung memahami cerita dan inti dari cerita tersebut, Novel ini juga dibumbui oleh cerita-cerita cinta dan pemeran utama yang gagah dan berani yang yang membuat tidak akan bosan membacanya, Orang dewasa dan remaja pasti senang membacanya.
KELEMAHAN ISI BUKU :
Pemilihan kata-kata di novel ini menggunakan bahasa-bahasa yang baku yang mungkin bagi pembaca sekarang atau para remaja sedikit sulit untuk dimengerti, Jalan cerita dari novel ini agak tidak nyambung dengan judul diatas dan endingnya juga yang sangat aneh dan sulit dimengerti, Cerita yang mungkin bisa dibilang mustahil karena setiap tertangkap dia bisa berhasil lolos selalu
SARAN-SARAN TERHADAP BUKU INI :
Pengarangnya harus membuat cerita sama dengan judulnya, Tokoh-tokoh yang kurang banyak dan hanya menceritakan La Ode Fandi saja, Mohon disisipkan kata-kata yang menarik dan cerita cinta yang sedikit agak menghibur, Jangan meniru adegan di dalam novel karena sangat berbahaya.
MANFAAT ISI BUKU :
Novel ini sangat bermanfaat untuk menghilangkan stress bagi karena penulis disini tidak menggunakan kata-kata yang berat dan ceritanya pun sangat enak dibaca, apabila kita ada waktu luang atau santai sangat bermanfaat membaca buku ini, karena selain menambah wawasan membaca buku juga bias menambah pengalaman.