1. PRODUKSI.
A.
Pengertian Produksi
Secara umum produksi diartikan
suatu kegiatan atau proses yang menstransformasikan masukan (input) menjadi
hasil keluaran (output). Dalam pemgartian yang bersifat umum ini
penggunaannya cukup luas, sehingga mencakup keluaran (output) yangberupa barang
atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai
kegiatan yang menghsilkan barang baik barang jadi maupun barang setengah jadi,
bahan industri dan suku cadang atau spareparts dan komponen. Hasil
produksinya dapat berupa barangbarang konsumsi maupun barang-barang industri.
B.
Fungsi Produksi
Pada umumnya ekonomi menggunakan
fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi
produksi menunjjukan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat
diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses
produksi(Sri Adiningsi, 1999: hlm 5)
Fungsi produksi adalah suatu
skedul (atau tabel atau persamaan matematis) yang menggambarkan jumlah
output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor produksi
tertentu, dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya fungsi
produksi adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi
Dari pengertian diatas dapat
dipahami mengenai unsur-unsur dan Faktor-faktor produksi disini yang
dimaksud adalah tanah, modal, tenaga kerja dan keahlian keusahawan dimana
tetap jumlahnya. Hanya tenaga kerja dipandang sebagai faktor produksi yang
berubah-ubah. jumlahnya. Dengan demikian perkaitan antara faktor produksi
yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai adalah perkaitan
antara jumlah tenaga kerja yang digunakan dan jumlah produksi yang
dicapai. 3 variabel independen yaitu Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan
Pemasaran Hasil produksi.
a. Bahan baku
Menurut Mulyadi (1986: 118) bahan
baku adalah bahan yang membentuk bagian integral produk jadi. Bahan baku
yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian
lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri.
Adapun jenis jenis bahan baku terdiri
dari ;
·
Bahan baku langsung (direct
material)
Bahan baku langsung adalah semua
bahan baku yang merupakan bagian daripada barang jadi yang dihasilkan.
Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan mentah langsung ini mempunyai
hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang
dihasilkan.
·
Bahan baku tak langsung (indirect
material)
Bahan baku tak langsung adalah
bahan baku yang ikut berperanan dalam proses produksi, tetapi tidak secara
langsung tamapak pada barang jadi yang dihasilkan. Seandainya
barang jadi yang dihasilkan adalah meja dan kursi maka kayu
merupakan bahan baku langsung, sedangkan paku dan plamir
merupakan bahan mentah tak langsung.
b. Tenaga kerja
Tenaga Kerja adalah seluruh
jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan sanggup bekerja jika ada
permintaan kerja, tenaga kerja dapat dilihat dari
konsepproduktivitasnya.
Tenaga kerja faktor produksi ini
bukan saja berarti jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian.
Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan ketrampilan yang mereka
miliki. Dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga kerja di bedakan
kepada tiga golongan berikut:
·
Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah
pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan,
·
Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memilki keahlian dari
pelatihan atau dari pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan
ahli merepasi TV dan radio.
·
Tenaga karja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup
tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, ahli ekonom
dan insinyur. .(sudono sukirno, 2003: hlm 7)
c. Pemasaran
Hasil Produksi
Konsep produktivitas kerja
dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi
organisasian. Dimensi individu melihat produktivitas dalam kaitannya
dengan karakteristikkarakteristik kepribadian individu yang muncul dalam
bentuk sikap mental dan mengandung makna keinginan dan upaya individu
yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas
kehidupannya. Sedangkan dimensi keorganisasian melihat produktivitas
dalam kerangka hubungan teknis antara masukan (input) dan
keluaran (out put). Oleh karena itu dalam pandangan ini,
terjadinya peningkatan produktivitas tidak hanya dilihat dari aspek
kuantitas, tetapi juga dapat dilihat dari aspek kualitas.
2. PASAR
A.
Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu
bentuk pasar di mana hanya terdapat satu produsen yang menguasai pasar. Dengan
kata lain satu penjual menguasai segala jenis penawaran. Seseorang yang
menguasai pasar monopoli disebut Monopolis.
Ciri-ciri dari pasar monopoli yaitu:
1. hanya ada satu produsen yang
menguasai penawaran
2. tidak ada barang subtitusi/pengganti
yang mirip
3. produsen mutlak menetukan
harga
4. tidak ada pengusaha lain yang
memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
Kelebihan pasar monopoli:
1. Keuntungan penjual cukup
tinggi.
2. Untuk produk yang menguasai
hajat hidup orang biasanya
diatur pemerintah.
Kelemahan pasar monopoli:
1. Pembeli tidak ada pilihan lain
untuk membeli barang.
2. Keuntungan hanya terpusat pada
satu perusahaan.
3. Terjadi eksploitasi pembeli.
Dampak negative adanya monopoli, antara lain:
a. Timbulnya ketidakstabilan
harga.
b. Kecilnya volume produksi
menimbulkan adanya biaya sosial yaitu biaya yang ditanggung oleh masyarakat.
c. Adanya unsur ketidakadilan
sebab monopolis akan menekan biaya produksi serendah-rendahnya pada pasar faktor
produksi dan dengan harga tinggi di pasar barang.
d. Kepentingan umum banyak
diabaikan, sebab orientasi usahanya hanya didasarkan atas untung rugi saja.
Monopoli bisa timbul karena adanya beberapa hal, yaitu:
1. Faktor alam
Keadaan alam dapat menimbulkan
monopoli bagi suatu daerah. Misalnya, kesuburan tanah dan iklim yang cocok
dengan jenis tanaman tertentu menyebabkan suatu daerah memonopoli hasil
produksi pertanian tertentu, seperti tembakau di daerah Kedu, Deli; bawang
merah di Brebes, dan lain-lain.
2. Peraturan pemerintah
Misalnya, hak paten untuk
melindungi suatu penemuan baru agar perusahaan pemilik tidak dirugikan oleh
pihak lain yang menghasilkan produk tiruan dengan harga yang jauh lebih murah.
Hak paten memiliki batas waktu dan dapat diwariskan. Bagi penciptanya,
diperbolehkan untuk memberi ijin atau lisensi kepada pihak lain untuk mencipta
dan menjual produk yang sama.
3. Monopoli alamiah
Kemajuan teknologi yang semakin
canggih akan mengakibatkan perusahaan mampu menekan pengeluaran, sehingga
perusahaan dapat lebih efisien dan berkembang karena laba yang diperoleh
semakin besar.
Ada beberapa cara pencegahan yang umum dipraktikkan untuk mengatasi efek
negatif yang ditimbulkan oleh monopoli, yaitu:
a. penarikan pajak;
b. pengendalian harga;
c. pemilikan pemerintah untuk
barang-barang vital atau yang menguasai hajat hidup orang banyak;
d. regulasi dengan membuat
undang-undang anti monopoli;
e. pendirian perusahaan oleh
pemerintah.
B.
PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu
bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen
yang menguasai permintaan pasar.
Ciri-ciri pasar oligopoli
-
Terdapat banyak penjual/ produsen
ya ng menguasai pasar.
-
Barang yang dijual dapat berupa
brang homogen atau berbeda corak.
-
Terdapat halangan masuk yang
cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar. Satu
diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang mempunyai
pangsa pasar terbesar.
Macam-macam oligopoli
Oligopoli murni yang ditandai
beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
Oligopoli dengan perbedaan yang
ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.
Dampak negatif oligopi terhadap perekonomian:
-
Keuntungan yang yang terlalu
besar bagi produsen dalam jangka panjang
-
Timbul inifisiensi produksi
-
Eksploitasi terhadap konsumen dan
karyawan perusahaan
-
Harga tinggi yang relatif stabil
(sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
-
Kebijakan pemerintah dalam
mengatasi oligopoli
-
Pemerintah mempermudah masuknya
perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
C.
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna
(perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan
pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk
melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan
sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan
hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang
dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk
terlihat identik.
3. KONSEP PENDAPATAN
Pendapatan nasional yaitu:
- Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oelh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) ang
dihitung berdasarkan nilai pasar
- Jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi karena penggunaan faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa dalam satu periode tertentu (satu tahun)
- Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yaitu:
Nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) di dalam suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun dinyatakan dalam jumlah uang.
Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product yaitu
Seluruh nilai produksi barang dan jasa dinyatakan dalam jumlah uang yang dihasilkan masyarakat suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negri dalam kurun waktu satu tahun ( hasil produksi perusahaan asing/warga negara asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut tidak dihitung)
PNB = PDB + PFPN
- Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oelh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) ang
dihitung berdasarkan nilai pasar
- Jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi karena penggunaan faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa dalam satu periode tertentu (satu tahun)
- Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yaitu:
Nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) di dalam suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun dinyatakan dalam jumlah uang.
Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product yaitu
Seluruh nilai produksi barang dan jasa dinyatakan dalam jumlah uang yang dihasilkan masyarakat suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negri dalam kurun waktu satu tahun ( hasil produksi perusahaan asing/warga negara asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut tidak dihitung)
PNB = PDB + PFPN
Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP) yaitu
Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan penggantian barang modal (replacement)
PNN = PNB – (Penyusutan + Pengantian Barang Modal)
Pendapatan Nasional Neto (PNN) atau Pendapatan Nasional (PN) atau Net National Income (NNI) yaitu
Jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam kurun waktu satu tahun setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Contoh pajak tidak langsung: pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM)
PN = PNN – Pajak tidak langsung + Subsidi
Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI) yaitu
Jumlah seluruh penerimaan masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi laba ditahan, iuran asuransi,iuran jaminan social, pajak perseroan dan ditambah transfer payment.
PI = PN – (Pajak perseroan + Laba ditahan + Iuran) + Transfer payment
Pendapatan disposibel atau Disposible Income (DI) yaitu
Pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan, penerimaannya setelah dikurangi pajak lansung
DI = PI – Pajak langsung
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
1. Pendekatan Pendatan (Income Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan penerimaan (balas jasa) dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa pada kurun waktu satu tahun.
Bentuk balas jasa dari faktor produksi :
Tenaga kerja – upah (gaji) atau wage (w)
Tanah – sewa atau rent (r)
Modal – bunga atau interest (i)
Kewirausahaan/pengusaha – laba (keuntungan) atau profit (p)
NI = w + r + i + p
2. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh penge-luaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun.
Pengeluaran yang dijumlahkan meliputi :
- Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan saat
ini (C)
- Pengeluaran pemerintah untuk membayar gaji PNS, membeli pera-latan, perbaikan jalan, pembelian
senjata, dll (G)
- Pengeluaran investasi atau pembentukan modal tetap domestik bruto berupa pembelian alat-alat
produksi, bangunan baru, pembangunan jembatan, jaringan irigasi, dll (I)
- Ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dengan impor (X – M)
PDB = C + G + I + ( X – M)
3. Pendekatan Produksi (Production Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa akhir (barang dan jasa jadi) selama satu tahun.
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk jadi yang dihasilkan suatu negara selama periode tertentu
NI = estraktif + agraris + industri + niaga + jasa
NI = E + A + I + N + J
Manfaat dan Tujuan Mempelajari Pendapatan Nasional
Manfaat mempelajari penghitungan pendapatan nasional:
1. sumber informasi bagi pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan yang telah diambil
2. menggambarkan jenis perkonomian dan strukturnya
3. membandingkan perekonomian antar negara/antar daerah
4. memperkirakan perubahan pendapatan riil
5. membandingkan perekonomian antar negara
6. membandingkan tingkat kemajuan ekonomi dari waktu ke waktu
7. merumuskan kebijakan pemerintah
Tujuan mempelajari penghitungan pendapatan nasional:
1. mengetahui perkembangan pendapatan dari tahun ke tahun
2. mengetahui struktur perekonomian suatu negara, apakah negara agraris atau negara industri
3. mengetahui kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran
4. mengetahui pertumbuhan perekonomian
Pendapatan per Kapita
Pendapatan per Kapita yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu negara
Variabel yang digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita yaitu:
- Produk Domestik Bruto (Pendapatan Nasional)
- Jumlah penduduk
Secara matematis pendapatan per kapita dihitung dengan rumus:
Pendapatan per Kapita = Produk Domestik Bruto (PBD)
Jumlah Penduduk
Manfaat penghitungan pendapatan per kapita:
1. tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun
2. data pernadingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain
3. pedoman pengambilan kebijakan di bidang ekonomi
4. perbandingan standar hidup suatu negara
5. bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang
Jadi ;
- Jika PN tinggi tetapi jumlah penduduk besar maka PP rendah
- Jika PN rendah tetapi jumlah penduduk kecil maka PP tinggi
- Jadi tinggi rendahnya PP dipengaruhi oleh Jumlah PN dan jumlah penduduk.
- Jumlah PN, jumlah penduduk dan besar PP merupakan tiga hal yang saling berhubungan.